twitter


Suatu hari, disaat matahari mulai menampakkan cahayanya di ufuk timur, saat burung-burung berterbangan meninggalkan sarang mereka, saat semua orang masih disibukkan untuk memulai aktifitas mereka, terlihat sosok pemuda yang sedang asyik berjalan kaki menikmati udara pagi yang sejuk dan segar . Pemuda itu adalah Mas Boros, dia tinggal di sebuah kampung bernama Kampung ONehBat alias Kampung Orang Aneh plus Hebat .
Rupanya pagi itu menjadi pagi yang memberuntungkan untuknya, ingin tahu apa yang dialaminya pagi itu….., mari simak yang satu ini…?????
………………………………………………………………………
Pagi itu, saat Mas Boros sedang berjalan kaki di pinggir jalan ia menemukan sesuatu yang aneh di tengah jalan . Setelah ia hampiri, ternyata sesuatu yang aneh itu adalah uang senilai 50ribu rupiah . Tanpa ambil pikir Mas Boros langsung mengambilnya .
Sesampainya di rumah, ia duduk termenung di teras sambil memandangi uang 50ribu’an tadi .

Mas Boros : Uang 50.000 ini mau aku apakan ya..????
Kalau buat beli pulsa OK juga nih !!!! (ungkapnya dengan penuh bahagia)

Tak lama kemudian, datanglah adik Mas Boros- Baik .

Baik : Apa itu mas..???
(sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah uang 50ribu’an yang dipegang oleh kakaknya)
Mas Boros : Ini lho dek, tadi kakak nemuin uang 50ribu’an di jalan, menurut
kamu uangnya diapain ya dek?? Buat beli pulsa atau buat beli perdana ya…???
Baik : Astaghfirullah, mas ? Ya, mendingan disumbangin ke masjid buat
amal jariyah, kan dapat pahala????
Mas Boros : Alah, kamu ini, kecil-kecil udah bicara amal jariyah, memangnya
kau tahu apa arti uang dan amal jariyah yang sesungguhnya??
Baik : Mas ini, ya saya tahulah !!! Lagian kan uang ini Mas nemu di jalan,
bisa jadi uang ini dari ngrampoj, kan hukumnya haram Mas!!!!
Mas Boros : Ah, kamu ini sok nasehatin, setahu mas ya nemu uang itu sebuah
Keberuntungan .

Tiba-tiba di tengah keributan, datanglah Mbak Sombong . Dengan gaya berjalannya yang tegak dan memamerkan kekayaannya (ya..maklum namanya aja Mbak Sombong ) mbak Sombong menghampiri Mas Boros dan adiknya .

Mbak Sombong : Ada apa ini- ada apa???? What happen??? Kok pada ribut-ribut .
(datang dengan sombongnya )
Mas Boros : Ini lhoh, mbak Sombong, saya nemuin uang 50ribu, terus mau
saya beliin pulsa, tapi kata Baik kok lebih baik buat amal jariyah di masjid .
Mbak Sombong : Uang 50ribu aja kok dibuat pusing, apalagi kalau pegang uang
jutaan kaya saya (sambil memamerkan uang ratusan ribunya dalam dompet) Buat saya uang 50ribu itu tidak ada artinya, cuma nyesek-nyesekki dompetku tok (dengan logat jawa )
Mas Boros : Huh dasar sombong !!!!!
Mbak Sombong : Heh ada apa???
Nama saya memang mbak Sombong (memalingkan mukanya sambil berjalan meninggalkan Baik & Mas Boros )
Mas Boros : Huh…!!!! (memasang tampang sebel!!!!)
Baik : Yaudah mas, dari tadi saya lihat mas Boros sama mbak Sombong
nggak ada yang bener, makin pusing saya!!!!!! Mendingan saya pergi aja,Assalamu’alaikum…
Mas Boros : Yaudah sana, ati-ati, wa’alaikumussalam….

Masih di tempat yang sama, tiba-tiba datanglah Jahat yang tak lain juga adik Mas Boros .

Jahat : Bagi-bagi donk mas..!!!!!! (sambil memasang tampang memel alias
memelas)
Mas Boros : Tadi kata Baik disuruh diamalin di masjid, lha sekarang kamu kok
malah minta bagi-bagi, mas jadi bingung ini….????
Jahat : Hari gini diamalin di masjid, gag jamannya kaleeee!!!!!! Jangan
dengerin Baik .
Mas Boros : Ooooo…yaaa….betul juga kamu, yaudah nanti buat beli pulsa aja
deh…!!!!!
Jahat : Lha jatah saya mana??? (sambil menadahkan tangannya)
Mas Boros : Hush….nanti-nanti, kan yang nemu saya .

Di lain tempat, terlihat Mbak Pelit, Bu RT, Jeng Siska, & Jeng Dewi yang sedang asyik ngrumpi . Namun sepertinya ada yang aneh dengan Mbak Pelit, sebenarnya hal apa yang sedang menimpa dirinya .

Bu RT : Tahu gag sih Jeng, tadi malam saya di beliin cincin baru lho sama
suami saya .
Jeng Siska : Sama dong, tapi lebih top saya lho jeng, tahu gag??? Suami saya
beliin baju glamour impor langsung dari Paris lho..!!!!!
Jeng Dewi : Aduh, heh Bu Rt, Jeng Siska, Mbak Pelit, itu sih gag
seberapa???
Jeng Siska : Heh jeng, emangnya jeng dapet apa???
Jeng Dewi : Heh…tahu gag??? Jatah uang belanjaan saya dinaikkin 100%,
huh…hebat kan????
Jeng Siska, Bu RT : Capek deh…!!!!!!!!!
Mbak Pelit terlihat murung, ternyata ia baru saja kehilangan uang 50ribunya. Baginya uang 50ribu amat sangat berarti baginya, kehilangan uang 50ribu bagaikan kehilangan separuh hidupnya…..(maklum, namanya aja Mbak pelit) . Tiba-tiba datanglah Mas Boros yang memamerkan uang 50ribu temuannya, dengan secepat kilat Mbak Pelit langsung menyerobot dan merebut uang yang masih di pegang Mas boros .

Mbak Pelit : Heh…heh…..(dengan histerisnya) itu uang saya!!!!!
Mas Boros : Apa-apaan kamu, ini uang saya kok!!! kamu jangan asal nuduh donk!
Mbak Pelit : Saya hafal uang saya, ini asli uang saya, kamu nemuin dimana??
Mas Boros : Nemu dijalan, tapi ini kan sah milik saya!
Mbak Pelit : Yah, sok tahu kamu . Sekolah dimana kamu??? seharusnya nemu
uang itu harus dikembalikan pada pemiliknya .
Mas Boros : Hah…gag bisa!!! Ini milik saya!!!

Akhirnya mereka saling berebut uang 50ribu . Bu RT, Jeng Siska, & Jeng Dewi menghampiri mereka & mencoba melerai mereka!!!!

(masih saling berebut uang 50ribu)
Mas Boros : Huh…dasar Pelit, mbak pelit ini memang satu-satunya orang
terpelit di dunia .
Mbak Pelit : Saya ini gag pelit tapi medit…..!!!!!!!!
Bu RT : Sudah-sudah….(mencoba melerai mereka tapi tak berhasil)
Jeng Dewi : Cukup…..!!!!!!
Mas Boros & Mbak pelit : Diammmmmmmm!!!!!!!!!

Tiba-tiba uang 50ribu itu robek, dan…..

Mbak Pelit : Hayooooo……!!!!!!!!!! Semua ini gara-gara kamu!!!!!!!!
Mas Boros : Lho kok saya?????

Saat mereka sedang saling menyalahkan, tiba-tiba datanglah Pak Kiai….

Pak Kiai : Assalamu’alaikum, ada apa ini???
Semua (kecuali Pak Kiai) : Wa’alaikumussalam…
Mbak Pelit : Uang saya hilang, ditemuin sama dia pak, tapi dia gag mau
mengembalikannya pak!!!
Mas Boros : Hoooo….!!! Pak ini saya nemu di jalan pak, tapi kan belum tentu
milik dia pak!!!!!
Pak Kiai : Sudah-sudah, kalian ini kenapa ribtu Cuma gara-gara uang 50ribu,
dari pada kalian berebut, mendingan di sumbangin ke masjid, dapat pahala lagi, kan semuanya jadi untung (Pak Kiai menceramahi mereka, keduanya menundukan kepala karena merasa bersalah)
Pak Kiai : Lagian Mbak Pelit, uang itu belum tentu milik anda, jadi
ikhlaskanlah uang anda yang tadi hilang .
Mbak Pelit : Baiklah, saya mengaku salah .
Mas Boros : Saya juga Pak Kiai .
Pak Kiai : Alhamdulillah….

Akhirnya mereka sadar dan saling meminta maaf, lalu bagaimana nasib uang 50ribu itu??? Ya, uang itu akhirnya di sumbangkan di masjid . Dari Drama di atas dapat kita ambil point positif, diantaranya, janganlah tergila-gila dengan uang dan kembalikanlah pada pemiliknya jika anda menemukan sesuatu yang bukan milik anda.













…………………………………………………………………………………………………..

0 komentar:

Posting Komentar